My Sailorman

9:58 PM

Sudah hampir 19thn lalu adalah hal yg kalian tunggu-tunggu, selama sekitar 2thn kalian menunggu untuk 9 bulan lamanya. Setelah waktu nya tiba aku menangis meski ada salah satu dari kalian yg tak menyaksikan detik-detik aku hadir.

Perlahan aku mengenali mu, meski tak setiap waktu kau ada di sisi ku. Awalnya aku kesal mengapa kau tak ada di samping ku setiap waktu, tapi perlahan aku mengerti kau begitu karna untuk ku. 

Meski kita jarang bertemu tapi aku yakin kau lah pelindung ku, walaupun yg aku tau kau sangat cuek. Aku percaya kau adalah sosok pelindung yg tak ingin aku tersakiti. 
Ketika orang lain mendapatkan apa yg dia ingin kan, sedangkan aku selalu mendapat jawaban tidak/jangan, aku sedikit kesal mengapa kau sering tak menuruti mau ku, tapi dari situ aku berfikir bahwa kau sedang mengajarkan ku tentang kesederhaan. Tapi kau selalu bisa membuat ku tersenyum dengan apa yg kau berikan.
Aku selalu ingin berada di samping mu hingga aku rela mengikuti mu kesana kemari. Mengapa aku begitu ? Semata-mata aku hanya ingin mendapatkan perhatian mu, meski yg aku tau kau itu cuek sekali. Hingga akhirnya aku jatuh sakit, aku mengenal ada ketulusan dalam dirimu, kau rela menyuapi ku dengan sabar meski kau tau saat itu aku sangat enggan membuka mulut. 

Aku beranjak dewasa hingga menjadi seorang remaja. Aku yakin kamu tau apa yg aku ingin kan sebagai seorang remaja, sebelum aku berniat mencari apa yg aku mau ternyata kau telah memberikan lampu merah untuk ku. Untuk kesekian kalinya aku kesal dan aku berfikir pasti kamu cemburu. Aku mengikuti apa yg kau inginkan, tapi maaf saat ini aku melanggar peraturan mu. Meski begitu kau selalu melindungi ku, kau tak ingin aku terluka dan jatuh menitikan air mata, tapi biarkanlah aku mengerti semua ini.

Suatu ketika aku sangat kesal padamu karna kau menyakiti seseorg yg juga aku cintai, kau menyakiti nya tanpa kau sadari. Kau tak mendengar tangisan hati kami  yg sangat teriris dengan apa yg kau lakukan. Tapi kau pun tersadar dan keadaan kembali normal.

Kau sungguh cuek tapi dibalik semua itu kau adalah sosok pelindung yg sangat peduli padaku. 
Tapi terkadang aku kesal dengan salah satu sifat mu, yaitu plin plan. Kenapa aku kesal ? karna aku tak ingin sifat itu kau turunkan padaku juga adik, cukup sifat cuek mu saja yg kau turunkan padaku.

My Sailorman, aku ingat dulu kita sering asik jalan berdua tapi kita masih sadar kalau dunia bukan hanya milik kita. Aku ingat dulu kau sering membelikan banyak buku dan menyuruh ku untuk membacanya hingga sekarang aku menyukainya. Aku ingat ketika dulu kau membawa ku ke tempat mu mencari nafkah kita tinggal beberapa hari disana. Terkadang lucu mengingatnya ketika kau sudah membawa banyak barang tapi selalu aja ada yg tertinggal. Ingat tidak setiap saat aku protes ketika kau buang gas di depan ku dan kau hanya tertawa. Dan apakah kamu ingat ketika kita menghabiskan waktu di rumah kau selalu berusaha menyenangkan ku dengan membuat masakan yg kau buat.

My Sailorman, maafkan aku ketika sedang mencoba melanggar aturan mu, maafkan aku ketika aku mencoba berbelok arah dari apa yg kau inginkan. Maafkan aku yg masih belum bisa menjadi apa-apa dan hanya menyusahkan mu.

My Sailorman, kamu adalah pelindung ku. Dari sifat cuek mu aku belajar menjadi org yg penuh perhatian dan mengerti seseorang. Dari sifat plinplan mu aku belajar sabar dan tegar. Dari sifat keras mu aku belajar mengerti. Dari mu aku belajar mengalah, aku belajar bekerja keras, dan dari mu aku belajar menjadi seseorang yg kuat.

My Sailorman, kamu adalah koki terhebat sepanjang masa and you're best dad ever in the world.



You Might Also Like

0 komentar absurd

Sebaik-baiknya blogger adalah yang meninggalkan jejak komentar saat blog walking -HR Blogger
Jangan jadi fast reader!