(Hampir) Tertinggal di Kawah Putih

5:25 PM


Yang mendadak memang selalu enak tak terkecuali sambal dadak, saya bukan mau bahas sambal dadak tapi liburan dadakan dua hari ke ciwidey bersama apoy menjadi weekend seru untuk pertama kalinya di tahun yang masih baru. Dengan niat melepas penat selepas ujian akhir semester yang cukup menguras waktu dan pikiran akhirnya saya mendadak memutuskan untuk pergi ke ciwidey, bak gayung bersambut apoy mengajak saya untuk menginap di rumah saudara nya yang tidak jauh dari kawah putih. 
***
Pagi itu saya sudah menunggu di depan kosan maju jangan mundur (kepanjangan mjm yang bukan sebenarnya) bersama pacar helm, tak lama apoy pun datang dan kami bersegera meluncur menaklukkan jalanan soekarno hatta yang ramai dan macet nya always on bagi saya, menuju kopo lalu soreang yang merupakan ibu kota kabupaten Bandung Selatan. Baru ketika memasuki kawasan penuh lahan strawberry saya mengenali kalau itu sudah masuk daerah ciwidey, hawa yang cukup dingin menyambut kita sang wanita tangguh. 

Motor apoy dibelokkan ke arah kiri, saya pikir dia ingin menurnkan saya karna tiap pergi sama dia saya gak bisa gantian bawa motor tapi ternyata kami sudah memasuki kawasan wisata kawah putih. Memasuki loket masuk akang loket langsung nodong tiket masuk dengan bilang "tujuh puluh satu ribu rupiah", dengan dalih hanya akan mengunjungi saudara yang memiliki kios di dalam kami pun berhasil masuk tanpa membayar.

Setelah parkir dan mencari kios tempat saudara apoy berjualan akhirnya kami menemukannya tapi ternyata saudara yang dituju sedang tidak ada di kios, kami pun mengisi perut di kios tersebut dengan membayar. Kami mencari tahu bagaimana caranya masuk tanpa dipungut biaya lagi ketika di loket selanjutnya, kami disarankan untuk membawa motor ke dalam dan bilang "wargi na ua euis". Mendengar hal tersebut kami seperti mendapatkan kode voucher untuk mendapatkan tiket gratis. Jadi kalau kesini bilang aja "wargi na ua euis".

Saat akan berangkat ada kejadian konyol yang sebenarnya apoy gak mau orang-orang tau akan hal ini tapi moga aja orangnya gak baca. Jadi sewaktu apoy parkir motor ia pikir saya tidak turun dari motor, se-ringan itu kah badan kurus saya ini ? Lalu ia tancap gas melewati loket masuk selanjutnya dan saya ditinggal di depan kios, sempat berteriak manggil apoy dengan kemampuan berteriak saya yang hanya dapat didenger dengan jarak satu meter sementara apoy berjarak lebih dari satu meter. Akhirnya saya pasrah menunggu sambil tertawa sendiri dengan dugaan dia akan kembali sambil tertawa terbahak-bahak. 

Benar saja dugaan saya, ia kembali membawa motornya dengan tawa yang kencang dan terbahak-bahak. Kami berdua tertawa terpingkal-pingkal dekat loket masuk, menertawakan kekonyolan siang itu.

You Might Also Like

4 komentar absurd

  1. 'wargi na ua euis' gue tau ini semacam kode masuk salty spiton kan ? yang artinya 'kemarin gue beli bungkus nasi 1 lembar..... di Alfamart' *kemudian disuruh masuk dengan cuma cuma*

    BalasHapus
  2. oke siap besok kalo ke kawah putih bakal baca mantra wargi na ua euis biar gak bayar pas masuk
    hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. kegagalan di luar tanggung jawab penulis cerita ini :p

      Hapus

Sebaik-baiknya blogger adalah yang meninggalkan jejak komentar saat blog walking -HR Blogger
Jangan jadi fast reader!