Sabtu, 12 Desember 2015

Perjalanan Terbaik ke Kampung Inggris


Setelah lulus saya berencana mendaftar kuliah profesi di kampus lain, salah satu syarat nya adalah memilki skor toefl yang baik. Saya memilih untuk belajar bahasa inggris langsung di tempatnya yaitu kampung inggris. Rasa penasaran saya terhadap kampung inggris sudah ada sejak awal masuk kuliah karena salah seorang teman yang saya kenal di facebook belajar public speaking english disana jadi saya memasukannya dalam dream list.

Lama menjalani kuliah membuat kemampuan bahasa inggris saya gak berkembang tapi gak ada cukup waktu untuk pergi ke pare saat itu. Maka setelah wisuda lah saya memutuskan untuk pergi kesana, setelah observasi tempat les nya melalui internet saya memilih Mr.Bob English Course karena penjelasan mengenai semua program nya jelas, banyak testimoni nya dan suasana belajar nya yang menyenangkan. Setelah semuanya dipersiapkan akhirnya saya dan apoy berangkat ke pare.

Ketika dalam kereta saya menemukan penumpang yang menyebalkan karena setiap orang yang lewat di hadapannya selalu dikomentari kemudian saya mengambil foto dia saat tidur dan bermaksud memasukannya dalam twitter tapi akhirnya saya lupa. Di kereta begitu banyak penumpang yang akan menuju pare sambil membawa koper-koper besar nya mereka menuju mobil jemputan, sementara saya dan apoy yang hanya membawa backpack 25L untuk hidup satu bulan masih harus menunggu jemputan. 

Orang yang menyebalkan itu adalah madam tutor saya di kelas zip zip
Ternyata perjalanan stasiun kediri – pare itu cukup jauh, saya harus melalui kota kemudian melewati ikon terkenal kota kediri yang mirip dengan bangunan Arc de Triomphe di Paris dan akhirnya sampai di pare. Ekspektasi tentang pare yang sangat kampung ternyata salah karena pare sudah begitu ramai,  kanan kiri banyak pertokoan dan tempat les, lalu lalang orang di jalan bukan hanya motor dan mobil tapi banyak sepeda karena mereka yang belajar di pare kemana-mana pake sepeda.

Arc de triomphe

Sehari sebelum les saya telah tiba di camp (sebutan untuk asrama tempat tinggal selain kosan), saya tinggal di camp enam atau camp Barbie. Tempatnya sih sama saja seperti kosan tapi yang menjadi pembeda adalah program english area 24 hours. Huooo.... Saya pesimis akan bisa ngomong bahasa inggris selama 24 jam tapi itulah tujuan saya memilih camp agar BISA BERBICARA BAHASA INGGRIS karena kita dipaksa untuk berbicara bahasa inggris jadi mau gak mau atau bisa gak bisa kita tetep harus menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa sehari-hari. Setiap camp ada satu tutor namun bila jumlah member lebih banyak maka ada dua tutor dalam satu camp. Ekspektasi saya lagi lagi terpatahkan setelah mengira tutor nya kolot banget dan gak asik tapi ternyata she’s super cute, kece ‘n fun

Tujuan pergi ke pare adalah untuk belajar bahasa inggris, dengan keinginan dan tekad yang kuat inilah membuat saya tidak merasa sulit untuk belajar. Di awal minggu saya tidak merasa berat menjalaninnya walaupun fisik berkata lain karena dalam satu hari hampir gak ada waktu untuk maen hp lebih lama dari biasanya atau pergi ke atm sampai mandi gak sempat tidur siang. Di awal minggu juga saya belum terlalu akrab dengan penghuni camp yang lain tapi seiring berjalannya waktu saya bisa beradaptasi dan lebih terbuka. Di akhir minggu lah kondisi yang paling sulit karena udah homesick tapi gak ingin pisah dengan penghuni camp. Mau tau kenapa bisa gitu ?

Fun!
Program les yang saya ambil di Mr. Bob English Club ini suasana dan cara belajarnya asik, semua member merasa jadi bagian dari keluarga.

Program kelas dibuka tanggal 10 dan 25 setiap bulannya disebut juga periode jadi dalam sebulan ada dua periode, dalam satu periode waktu efektif belajar nya hanya sepuluh hari (sabtu minggu tidak dihitung). Selain program di kelas juga ada program camp (ini berlaku hanya bagi mereka yang ngecamp di mr. bob), dalam sehari ada tiga program yaitu morning club (jam 05.00); evening club (jam 17.00); diary up (jam 19.00), setiap hari pertama di awal periode ada welcoming party untuk menyambut member baru lalu setiap hari kelima ada confident show jadi setiap camp harus menampilkan  satu penampilan speech atau role play dalam bahasa inggris dan di minggu pertama setiap hari sabtu ada happy saturday (main games). Semuanya saya jalani dengan santai tanpa beban jadi yang saya rasakan hanya seru dan merasa lebih pede.

Oiya, ada peraturan di camp dan setiap peraturan yang dilanggar hukumannya adalah “get one point” setiap poin yang dikumpulkan ada tugas nya. Dapat satu poin harus ngafalin 20 vocab, dua poin ngafalin 50 vocab, tiga poin speech on the bridge (depan office mr. bob), empat poin speech in the crowded place dan lima poin get out from camp.

Berani speech on the bridge kayak mereka ?
Wuih, di awal perkenalan camp saya merasa hukuman itu berat tapi semua member sebenernya menghindari dapat poin walaupun akhirnya kesalahan yang sering dilakukan adalah speak bahasa jadi banyak yang dapet poin. Tapi hukuman speech on the bridge adalah ajang memperkenalkan diri ke halayak umum alias ‘lu gak akan dikenal orang kalo belum speech on the bridge. Begitu katanya.

Bareng terus
Suasana di kelas yang fun terbawa sampai camp jadilah kita semua semakin akrab, selain itu kita sering beli makan bareng, ke confident show, welcoming party atau diary up di luar camp pasti perginya bareng sampai luluran juga bareng. Duh, ciwik.

Momen yang gak akan saya lupakan adalah ketika pulang evening club masih hujan rintik-rintik saya, gita dan fitria pergi ke suatu toko dan ternyata hujan nya semakin lebat akhirnya kita neduh di toko itu, karena udah lebih sejam gak berhenti kita maksain pulang sambil kehujanan, di tengah jalan ‘duar’ ban belakang sepeda fitria bocor jadilah saya menemani di belakangnya dan menyuruhnya untuk memindahkan beban ke depan tapi ternyata semakin lama bukan ban luar nya saja yang bocor tapi dalem nya juga akhirnya kita bertiga jalan ngangkut sepeda nya fitria di tengah derasnya hujan, berasa sedih tapi lucu haha.

Barbie's camp epic confident show
Lebih Percaya Diri
Mr. Bob itu spesialis pendongkrak pede, iya benar saya merasakannya. Pada dasarnya setiap pergi belajar saya selalu percaya diri tapi selalu ada hal yang membuat saya lebih pede lagi, lebih pede untuk duduk sebelah tutor karena pengen lebih ngerti, lebih pede untuk ngomong bahasa inggris sama lawan bicara dan stand up show walaupun masih sedikit grogi haha. Dan hebatnya lagi karena di camp diharuskan ngomong bahasa inggris selama 24 jam/7 hari saya memberanikan diri untuk ngomong walaupun masih berantakan karena saya pikir kalau gak maksain gak akan bisa karena “bisa itu karena terbiasa dan terbiasa itu karena terpaksa”, walaupun masih banyak salah tapi kita gak saling ngetawain karena peraturan lainnya adalah “make a mistake is a must” kadang saking asik nya ngomong bahasa inggris ketika di camp jadi kebawa sampai keluar camp.

Dihukum rame-rame sih lebih pede
Yeah
Sebulan di pare banyak pengalaman yang saya dapat, gak hanya ilmu nya tapi lebih dari itu saya menemukan keluarga. Belajar di Pare adalah salah satu impian dalam dream list saya, bukan hanya impian yang terwujud tapi lebih dari itu pergi ke pare adalah perjalanan terbaik dalam hidup.

0 komentar absurd:

Posting Komentar

Sebaik-baiknya blogger adalah yang meninggalkan jejak komentar saat blog walking -HR Blogger
Jangan jadi fast reader!